Senin, 21 November 2016

Unforgetable aryo

Berisi tentang kisah nyata, di tambah sedikit pemanis buatan ngambil di dapur rumah sakit, disebabkan pemanisnya hanya sedikit dan es yang mencair ujungnya jadi tidak manis.

Aku bingung harus mulai dari mana...

Bismillahirahmanirahim...

Semua ini tidak akan terjadi jika guruku tidak mengirimku ke yayasan tersebut, apalah dayaku hanya seorang murid yang tidak bisa apa-apa dan mau tidak mau harus meng-iya kan perkataannya.

Waktu itu hari senin,
Pertama kali aku bertemu dengannya dia memakai masker jadi yang terlihat hanyalah matanya saja, tapi aku suka matanya, bagus.
Dia aryo lahiran tahun 1992 sama seperti abang kandungku hanya beda bulan saja aryo bulan januari tanggal 15 sedangkan abangku bulan juni tanggal 21.

Setelah seminggu bertemu, kami pun mulai dekat satu sama lain, dia selalu mengantar aku pulang padahal rumahku jauh, dan aku pun terbuai rayuan manisnya dan tingkah lakunya yang selama ini tidak pernah ku dapatkan dari lelaki manapun sebelumnya. Dia memang ahli di bagian ini sehingga bukan aku saja yang terjerat olehnya.

Waktu itu aku belum tau siapa dia sebenarnya, yang ku tahu hanyalah seorang lelaki yang selalu perhatian denganku, selalu datang untuk menyelamatkanku dari teman sejawatnya.

Dia yang selalu bilang jangan main Hp di jalan dan marah ketika tidak dituruti kemauannya padahal untuk kebaikan ku seperti di suruh beli jas hujan karena aku sering kehujanan di jalan.

Malam minggu, agustus lupa tanggal berapa untuk yang pertama kalinya kami jalan berdua aku masih menggunakan seragam, tas ransel ku dia yang bawa kebetulan saat itu aku belum makan jadi kami pergi untuk makan nasi goreng.

Aku ingat perkataannya
"Masih enak nasi goreng bikinan abang"
"Oh ya.. Kalau gitu kapan-kapan bikinkan mira nasi goreng ya"
"Iya..."
Tapi saat itu dipiringnya sudah tersisa beberapa butir nasi saja, aku pun tertawa kecil

Setelah makan kami jalan-jalan sebentar
Di jalan aku melihat mobil dengan plat nomor "1111"
"Cantik ya plat mobilnya" sebutku
"Tapi masih cantikan plat motor abang"
"Memangnya kenapa" balasku
"Plat motor abang pake nama abang"
"Oh yaa" saat itu aku penasaran ternyata benar plat motornya pakai namanya setelah kulihat sepulang dari jalan-jalan.

Di perjalanan kami membicarakan hal-hal yang tidak terlalu penting tentang dia pernah di tilang lalu bebas karena sim A-nya padahal waktu itu dia ditilang saat menggunakan motor
Lalu membahas tentang plat motorku kenapa tidak sesuai dengan kode wilayah asalku tinggal,
ku jawab saja aku di pinjami pamanku motor yang kebetulan tinggal di bandung, padahal itu asli milikku pribad walaupun uang belinya pakai uang orang tuaku,
cerita sedikit tentang motor, motor itu baru seminggu di tanganku sebelumnya aku pergi magang selalu goncengan dengan temanku waktu dulu karena kami masih asrama jadi masih mudah untuk nyari tumpangan.

Kejadian kemarin gara-gara pernah di tinggal teman pulang duluan jadi aku pun menelpon ibu dan bapakku sambil nangis, saat itu aku benar-benar tidak perduli bahwa ada orang-orang yang sedang melihatku menangis karena sudah 3 jam aku menunggu jemputan tidak datang-datang.

Lalu keesokan harinya bapakku membelikanku motor, tidak sia-sia air mataku selama 3 jam di bayar dengan motor lumayanlah, karena dulu motor harganya masih cukup mahal.
Besok akan ku sambung lagi ceritanya karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul 2:31 dini hari (sabtu, 12 november)

Kira-kira aryo sedang apa ya jam segini ?

Biasanya sih masih di warung kopi.

To be continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar